Belajar Kecerdasan di Tengah Haru Biru Pandemi COVID- 19

Telah lebih satu bulan belajar di sekolah bergeser jadi belajar di rumah, akibat dari pandemi COVID- 19 mengecam dunia, tercantum Indonesia. Nyaris seluruh lini terjalin pergantian yang makin dramatis mengalami ancaman virus ini, tercantum dunia pembelajaran kita. Seluruh lini itu juga kelabakan menghadapinya mengingat begitu cepatnya virus ini membiak, percepatan buat memutus rantai penyebarannya wajib pula dicoba dengan kencang serta dengan strategis yang mumpuni, sehingga korban manusia tidak berjatuhan.

Di masa kelabakan itu, tradisi pembelajaran di sekolah keseluruhan bergeser jadi“ sekolah di rumah” dengan mengandalkan jaringan internet, sehingga popular belajar daring. Orang tua jadi pasangan sejati serta guru juga wajib menyusun strategi biar pesan pembelajaran itu tersampaikan.

Kelangsungan pembelajaran lewat daring itu, bukan suatu perihal yang baru dalam dunia pembelajaran, ia seumur dengan kelahiran internet itu sendiri, tetapi kita belum terbiasa dengan perihal itu serta apalagi belum menyadari berarti kedudukan internet dalam pendidikan, sehingga kala terjalin keadaan semacam saat ini, kita kelabakan serta gempar budaya menghadapinya, pada perihal seluruh yang terdapat di tangan kita sangat smart dapat menjelajahi dunia tanpa batasan ruang serta waktu. Saat ini kita didesak jadi pintar serta smart https://rollingstone.co.id

Bisa jadi ke depan kita mengalami situasi- situasi yang seketika seerti ini, suasana yang susah buat diprediksi, timbul dengan sangat kilat tanpa ketahui dengan tentu pengendaliannya, sehingga kala terjalin kita gagap mengalami, oleh karena itu apa yang dikatakan oleh Naisbitt tentang dunia global itu merupakan dunia paradok ataupun oleh Asan Tibbi diucap dengan dunianya black swan suatu yang serba tidak terduga serta kerap timbul dengan kebalikan- kebalikan, semacam kita saksikan saat ini ini.

Ke depan, siapa yang pintar mengalami tantangan itu hingga seperti itu pemenang dari kompetisi dunia. Kecerdasan memanglah sangat diperlukan, bila kecerdasan itu terabaikan hingga kita hendak hadapi kekalahan yang parah. Hingga pembelajaran juga wajib pintar, pintar merancang masa depannya buat sanggup mengalami kondisi- kondisi yang tidak terduga serta paradok itu. Genderang perang bukan lagi dengan senjata namun dengan kecepatan mengalami hal- hal yang tidak terduga serta bertentangan dengan yang dikehendaki itu.

Pembelajaran wajib membangun manusia yang sanggup membuat lompatan kecerdasan melebihi zamannya, bukan lagi menghasilkan manusia pintar manual, manusia“ robotik” pengikut serta pemakai namun menghasilkan manusia pintar quantumik, manusia pemroses kilat, pas dimensi, sebab hal- hal tidak terduga membutuhkan kecepatan serta ketepatan itu, semacam yang dituntut saat ini ini.

Suasana pandemi COVID- 19 ini mengarahkan kepada kita seluruh, pembelajaran kecerdasan quantumik itu, kecerdasan dalam menanggulangi permasalahan, mengurai kasus serta sekalian menghasilkan strategi di tengah ancaman, sehingga kala terjalin permasalahan tidak lagi grasak- grusuk semacam kita rasakan saat ini, namun cedas membangun pemecahan.

Baca Juga ; kunci seo

Pandemi COVID19 sudah menekan kembali bermacam kecerdasan kita umat manusia, kecerdasan itu nyaris terabaikan dalam dunia pembelajaran kita, antara lain merupakan kecerdasan sosial, rasa kemanusiaan buat silih menanggulangi permasalahan secara bersama melintasi agama, etnis serta budaya. Sepanjang ini terkotak- kotak oleh ego tiap- tiap sehingga kita merasakan bersebelahan tetapi rasa sosial- manusia berjauhan. Hingga, pembelajaran kita wajib kembali belajar membangun kecerdasan sosial itu. percayalah, kasus ke depan kita merupakan kasus global, oleh karena itu mengatasinya wajib dengan rasa kebersamaan itu.

Pandemi COVID- 19, pula mengarahkan kepada kita buat pintar berselancar di dunia maya, dunia virtual. Kita wajib jadi penguasa dunia nyata serta dunia maya virtual itu, sehingga ruang serta waktu tidak jadi penghambat, pengendala buat kemajuan sosial, ekonomi, politik, pembelajaran serta seterunya. Di sinilah kita perlu seluruh pelosok dijelajahi oleh jejaring internet. Jejaring ini juga hendak menyulap kampung pedalaman jadi kampung kota di dunia maya. Di tahu seantero dunia. Tetapi sayang belum seluruh kampung kita terjangkau oleh perihal demikian, sehingga kala kita dituntut belajar daring banyak kanak- kanak kita mencari sinyal berkilo- kilo m jarak dari rumah ditempuhnya.

Pandemi COVID- 19 pula sudah menekan kita buat pintar, merancang kemajuan lewat virtualisasi, karena di dunia nyata banyak sarana yang tidak terjangkau buat kepentingan kemajuan itu, semacam pada suasana saat ini, nyaris berkata kita tidak memiliki novel buat belajar di rumah, bibliotek tutup, sementara itu bibliotek dunia maya begitu komplit. Di Indonesia saja misalnya tidak hanya dibantu oleh beribu- ribu harian yang online pula Bibliotek Nasional RI dapat diakses lewat internet, apalagi banyak sarana rujukan yang bisa digunakan di akses. Tidak terdapat pantas lagi kita berkata kita kekurangan bahan teks.

Pandemi COVID- 19, nyatanya pula mengarahkan kita buat pintar merancang strategi serta tata cara pendidikan berbasis virtual, online, pengajar serta kita seluruh wajib smart mempergunakan sarana ini, kita seluruh telah wajib melek internet, sehingga belajar daring dapat jadi soslusi ketimpangan mutu pembelajaran antara kota desa.

Terakhir, pandemi COVID- 19 mengarahkan kita pintar berlogika, pintar dalam berfikir, pintar dalam menganalisis, sebab kita merasakan betul yang menjajah kita di tengah pandemi ini merupakan dunia maya, begitu seterusnya dunia nyata kita hendak dituntut oleh dunia masa. Hingga bila kita tidak pintar berlogika, pintar dalam menganalisis, hendak jadi korban hoaks yang memilukan. Pembelajaran kita pasti wajib menghasilkan manusia- manusia dari keadaan ketidakcerdasan dalam bervitualisasi itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *